PIPA-Kristus
Pulang untuk melihat karya Allah, menangkap nilai kekal, menerima sukacita Kristus, dan diutus kembali dalam pekerjaan Kerajaan Allah.
Ada waktu untuk pergi. Ada waktu untuk mengabdi. Ada waktu untuk memberitakan, mengajar, menasihati, memelihara, dan melayani. Tetapi para abdi Kristus juga perlu pulang.
Peristiwa
Nilai
Sukacita
PIPA-Kristus menolong para abdi membaca peristiwa pengabdian dalam terang Kerajaan Allah, menangkap nilai kekal, dan menerima sukacita Kristus.
Pertemuan Ibadah Para Abdi Kristus
PIPA-Kristus adalah pertemuan para abdi Kristus yang telah pergi, melayani, mengalami peristiwa, melihat pekerjaan Allah, lalu kembali berkumpul untuk membaca semuanya dalam terang Injil Kerajaan Allah.
Di dalam PIPA-Kristus, peristiwa pelayanan tidak hanya diceritakan. Peristiwa itu ditimbang di hadapan Allah.
Apa yang Allah kerjakan?
Nilai kekal apa yang harus ditangkap?
Sukacita Kristus apa yang sedang dinyatakan?
Langkah segera apa yang perlu ditaati?
Banyak orang pergi melayani, tetapi tidak selalu pulang untuk melihat pekerjaan Allah dengan jernih.
Ada yang pulang dengan lelah. Ada yang pulang dengan cerita. Ada yang pulang dengan keberhasilan menurut ukuran manusia. Ada yang pulang dengan luka karena penolakan. Ada yang pulang dengan kebingungan karena konflik.
PIPA-Kristus menolong para abdi Kristus untuk tidak hanya sibuk bekerja, tetapi belajar melihat pekerjaan Allah.
PIPA-Kristus dibangun dari pola yang tampak dalam kesaksian Alkitab.
Lukas 10:17–22
Murid-murid kembali dengan sukacita setelah diutus. Yesus menata ulang sukacita mereka: bukan karena roh-roh takluk, tetapi karena nama mereka terdaftar di sorga.
Kisah Para Rasul 4:23–31
Setelah menghadapi ancaman, para murid kembali kepada teman-teman mereka, membawa peristiwa itu kepada Allah, menerima keberanian, dan terus memberitakan firman Allah.
Kisah Para Rasul 20:7–12
Umat berkumpul, mendengar firman, mengalami penghiburan, dan kembali dikuatkan dalam perjalanan pelayanan.
Yohanes 15:11 dan 17:13
Sukacita Kristus bukan sukacita dangkal. Sukacita itu diberikan agar sukacita-Nya ada di dalam para pengikut-Nya dan menjadi penuh.
PNS — Peristiwa, Nilai, Sukacita
1. Peristiwa
Apa yang terjadi dalam pengabdian? Peristiwa bisa berupa penerimaan, penolakan, pertobatan, konflik, kelelahan, pintu terbuka, hambatan, pertanyaan, atau tanda bahwa Allah sedang bekerja.
2. Nilai
Nilai kekal apa yang harus ditangkap? Setiap peristiwa perlu dibaca dalam terang Kerajaan Allah, bukan hanya ukuran manusia.
3. Sukacita
Sukacita Kristus apa yang diberikan? Sukacita ini lahir ketika para abdi melihat Allah bekerja, Kristus memerintah, dan Roh Kudus meneguhkan.
PIPA-Kristus adalah ritme pengabdian.
PIPA-Kristus menjaga agar pelayanan tidak berubah menjadi rutinitas manusia, tetapi terus dikembalikan kepada Kristus, Injil, Roh, dan Kerajaan Allah.
Terbuka bagi para abdi Kristus yang sedang belajar hidup dalam pengabdian Kerajaan Allah.
Karakter ini dibentuk oleh Injil, Roh, dan Kerajaan Allah.
- Hidup bebas dari dosa
- Bersaksi melalui baptisan
- Mengabdi bagi Kerajaan Allah
- Menyangkal diri
- Bertahan dalam penderitaan Injil
- Hidup dalam ketaatan
- Tidak mengikat nyawa pada dunia
- Melepaskan segala milik
- Merendahkan diri sebagai hamba
- Mati dalam kehendak Allah
Tujuh segmen utama pertemuan
Membuka pertemuan dengan arah Kerajaan Allah.
Mengucap syukur atas karya Allah dan memohon tuntunan Roh Kebenaran.
Mendengar peristiwa pengabdian dan menempatkannya dalam terang Injil Kerajaan Allah.
Membaca peristiwa dengan Firman dan melihat pola, dasar, cara, serta tujuan Kerajaan.
Melihat apa yang perlu ditaati segera dan apa yang perlu dijalani selanjutnya.
Menarik pesan utama dan memberi arahan praktis untuk pengabdian berikutnya.
Pertemuan diarahkan kembali kepada Kristus, lalu para abdi diutus kembali.
KPBI menolong peserta dibentuk. PIPA-Kristus menolong para abdi dikalibrasi.
Dalam KPBI, peserta belajar mendengar, mengalami, memahami, dan mengabdi. Dalam PIPA-Kristus, para abdi pulang untuk membaca peristiwa, menangkap nilai, menerima sukacita, dan melangkah lagi.
Tanpa ruang pulang, pelayanan mudah menjadi pekerjaan yang melelahkan. Tanpa melihat nilai kekal, peristiwa mudah dibaca dengan ukuran manusia. Tanpa sukacita Kristus, pengabdian mudah berubah menjadi beban.
Para abdi Kristus tidak hanya diutus untuk pergi. Mereka juga perlu pulang untuk melihat karya Allah.
Datanglah bukan untuk menampilkan keberhasilan, membanggakan pelayanan, atau mencari panggung. Datanglah untuk bersama-sama melihat Allah bekerja, Kristus memerintah, dan Roh Kudus meneguhkan.
“Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”Ikuti PIPA-Kristus
— Lukas 10:20
